Cheucheuheo Sanbon Station: Pub Cina dengan Mala Hot Pot
Kunjungan ke pub Cina di Sanbon Station untuk flower mala hot pot, yuringi, dan peach ruby Yantai highball. Sekitar 2 menit dari Exit 3, buka 16.00-02.00.
Hai, ini Izzingne. Hari ini saya minum-minum dekat Sanbon Station untuk pertama kalinya setelah cukup lama. Saat pulang kerja, saya terus kepikiran mala, jadi saya teringat Cheucheuheo, pub bergaya Tiongkok favorit saya di Sanbon, lalu mampir.

Tempat ini berada di Sanbon Rodeo. Dekat, sekitar 2 menit dari Exit 3 Sanbon Station. Jam operasionalnya 16.00–02.00. Buka sampai jam 2 pagi. Di Sanbon tidak banyak bar yang buka sampai larut, jadi jam 2 pagi saja terasa cukup dan sangat nyaman.

Saya datang sore menjelang malam, jadi bagian dalamnya masih agak terang, tetapi saat malam suasananya jadi lebih gelap dan lebih cantik. Nuansa pub Cinanya kuat. Tempatnya bersih, dan ada ruang di bawah kursi untuk barang, jadi menyimpan jaket terasa praktis.

Ini tempat duduk favorit saya. Karena berada di sudut, rasanya agak lebih privat. Kalau datang bersama beberapa orang, kami sering duduk di meja bundar ini, tetapi kali ini kami hanya berdua, jadi memilih kursi lain.

Cheucheuheo Sanbon juga punya ruang grup. Ruang ini besar dan bisa menampung sekitar 16 orang. Saat saya datang, ada rombongan yang sedang makan malam kantor, tetapi tidak berisik, dan itu saya suka. Ruang grup ini cocok untuk rombongan, sekaligus membuat tamu lain tetap bisa makan tanpa terganggu.

Flower mala hot pot Yuringi Peach ruby Yantai highball
Saya memang datang untuk mala, tetapi pemilik sangat merekomendasikan flower mala hot pot, jadi kami memesannya. Karena sekalian makan malam, kami juga memesan yuringi, dan saya penasaran dengan Yantai highball, jadi itu juga kami pesan. Saya tidak terlalu cocok dengan Yantai kaoliang liquor, jadi saya minta ditambahkan sedikit saja, dan mereka melakukannya. Takaran alkoholnya bisa disesuaikan.

Cantik sekali, bukan? Gelasnya sangat besar, jadi porsinya juga besar. Ada sedikit rasa Yantai dan rasanya asam-manis, hampir seperti minum minuman tradisional Tiongkok. Enak.

Akhirnya flower mala hot pot-nya datang. Biasanya ada bok choy, tetapi mereka bilang hari itu habis terjual, jadi dagingnya ditambah lebih banyak. Saya justru suka itu. Di dalamnya ada banyak bahan mala-tang penting, termasuk mi kaca Cina, mi kaca tipis, tauge kacang hijau, dan yuba.

Yuringi-nya juga datang, jadi saya foto dulu. Saya suka karena porsinya memang besar.

Sausnya dituangkan di atasnya, jadi kerenyahannya tetap terjaga, dan selada serta bawangnya renyah dan sangat segar. Mereka menambahkan banyak cabai Cheongyang, jadi saat saya memberi sedikit di setiap gigitan lalu mencelupkannya dalam saus, rasanya luar biasa.

Yuringi bersama cabai Cheongyang, selada, bawang, dan saus adalah yang paling enak. Karena renyah, ini cocok sekali jadi camilan teman minum.

Ada juga photo zone yang dihias menarik di dekat pintu masuk. Saya sempat banyak foto cermin di sana. Kalau Anda mencari pub Cina di Sanbon, saya sangat merekomendasikan Cheucheuheo.

#SanbonStationPub #SanbonRestaurant #SanbonChinesePub #SanbonGroupDinner #GunpoRestaurant #SanbonMala #SanbonMalaHotPot #SanbonYuringi
Comments 0
More content
- Suni Yeol Dakbal dekat Stasiun Myeonghak, Anyang: Kaki Ayam PedasUlasan Suni Yeol Dakbal dekat Stasiun Myeonghak, Anyang: kaki ayam panggang arang tanpa tulang, telur kukus, bola nasi, ampela, dan sup fish cake.14/05/2026

- Aestura Atobarrier MD Cream & Lotion: Review 1 TahunUlasan jujur setelah lebih dari setahun memakai Aestura Atobarrier MD Lotion dan Cream, dari saran dokter kulit sampai tekstur dan efek lembapnya.07/05/2026

- Ulasan Haebim Mokpo: Bibimbap Rumput Laut Kepiting dan ParkirUlasan makan siang pribadi di Haebim dekat Mokpo Peace Square, dengan bibimbap rumput laut kepiting, jeon kerang, kursi lantai, antrean, jam buka, dan parkir umum terdekat.07/05/2026
