Ulasan Dokkaebi Jangteo di Anyang Nambu Market
Dokkaebi Jangteo dekat Gate 1 Anyang Nambu Market punya suasana pocha, jam 15.00–24.00, tutup Minggu, serta cheese chicken, pork neck, dan bibim noodles.

Hai, ini Ijjingne. Hari ini saya ingin memperkenalkan salah satu tempat nongkrong minum bergaya outdoor favorit saya: Dokkaebi Jangteo, yang berada dekat pintu masuk Anyang Nambu Market.

Kalau masuk Nambu Market, tempat ini mudah ditemukan karena langsung terlihat. Lokasinya ada di sisi kiri Gate 1. Menurut sumber, jam operasionalnya 15.00–24.00, dan setiap Minggu tutup rutin.


Karena berada di dalam pasar, ada atap penutup di atasnya, tetapi suasananya tetap kuat bernuansa pocha dengan tempat duduk bergaya tenda. Saya memang ingin suasana pasar malam outdoor seperti itu, jadi saya memilih meja di luar daripada duduk di dalam.

Di dalam ada sekitar lima atau enam meja bundar. Di luar ada sekitar tiga meja persegi untuk empat orang, dan beberapa bisa menampung lima atau enam orang kalau ditambah kursi. Anda bisa memilih duduk di dalam atau bergaya outdoor, dan karena tidak sepenuhnya terbuka, suasananya tetap nyaman dinikmati baik saat musim panas yang panas maupun musim dingin yang dingin.


Leher babi panggang arang, ayam keju nurungji, dan bibim noodles.
Saya sering makan ayam utuh keju di sini, dan kali ini saya memesan setengah bumbu dan setengah keju. Keju ini wajib karena membentuk kerak nurungji keju yang benar-benar berkesan.
Ayam utuh dan leher babi sedang dimasak di samping kami, dan tampilannya begitu menggoda sampai saya terus meliriknya setelah memesan.

Ayamnya datang lebih dulu daripada leher babi. Saya baru pernah mencoba ayam keju, jadi saya tidak yakin apakah ini selalu begitu, tetapi hidangannya datang di atas wajan dengan penutup. Mereka bilang akan dibuka setelah beberapa saat, dan sekitar lima menit kemudian pemilik datang lalu mengangkat tutupnya sampai kejunya tarik-menarik.

Kerak di bagian bawah adalah bagian kuncinya. Sumber menyebut nurungjinya luar biasa, jadi ayam keju ini wajib dipesan.

Ini pertama kalinya saya mencoba leher babi di sini, dan rasanya kenyal, bersih, serta empuk. Di atasnya diberi banyak daun bawang. Saya membungkusnya dengan ssam yang disediakan dan mencelupkannya ke saus, tetapi paling enak justru saat dimakan bersama daun bawang.

Saat sedang makan leher babi, saya langsung memesan bibim noodles tanpa ragu. Lauk pendamping di sini juga enak: mienya kenyal, sausnya manis asam, dan rasanya sangat cocok kalau ditambah sepotong leher babi di atasnya.
Kalau berkunjung, coba cheese nurungji whole chicken. Bagi siapa pun yang mencari tempat minum bergaya outdoor yang bagus di Anyang, menurut reviewer inilah tempatnya.
Comments 0
More content
- Aestura Atobarrier MD Cream & Lotion: Review 1 TahunUlasan jujur setelah lebih dari setahun memakai Aestura Atobarrier MD Lotion dan Cream, dari saran dokter kulit sampai tekstur dan efek lembapnya.07/05/2026

- Ulasan Haebim Mokpo: Bibimbap Rumput Laut Kepiting dan ParkirUlasan makan siang pribadi di Haebim dekat Mokpo Peace Square, dengan bibimbap rumput laut kepiting, jeon kerang, kursi lantai, antrean, jam buka, dan parkir umum terdekat.07/05/2026

- Hwadam Forest di Mei: Monorail dan Tips ReservasiUlasan kunjungan musim semi ke Hwadam Forest dekat Gonjiam Resort, dengan catatan reservasi Yanolja, waktu monorail, parkir, area istirahat, dan spot foto bunga.04/05/2026
