Review in Korea
Nampan kafetaria rumah sakit kebidanan Korea dengan neobiani, kroket, salad, dan sup.

Menu Kafetaria Rumah Sakit Korea: Neobiani dan Kroket

JUNG23/11/2024Korea

Catatan gizi Ijjin-ne dari kafetaria rumah sakit kebidanan Korea, dengan menu pasien maternitas dan staf: neobiani, acar bawang, kroket kentang, salad tteok gandum utuh, serta dua pilihan sup.

Halo, ini catatan gizi Ijjin-ne. Hari ini kami memanggang neobiani yang enak, menu populer yang disajikan dengan acar bawang.

Nampan kafetaria rumah sakit kebidanan Korea dengan neobiani, kroket, salad, dan sup.

Menu: neobiani dengan acar bawang, kroket kentang, salad tteok gandum utuh, muchim lobak kering, sup kecambah kedelai pedas, atau sup rumput laut brisket. Jumlah porsi: 25 untuk bangsal dan 160 untuk staf.

Nampan kafetaria rumah sakit kebidanan Korea dengan neobiani, kroket, salad, dan sup.

Saya sudah beberapa kali menyajikan neobiani, dan menu ini selalu populer. Kami memanggang kedua sisinya hingga tampak kecokelatan cantik.

Nampan kafetaria rumah sakit kebidanan Korea dengan neobiani, kroket, salad, dan sup.

Kepala koki menatanya dengan rapi. Saya menggunakan produk Samyang, dan menurut saya itu bagus untuk harganya. Setelah mencobanya sekali, saya merasa tidak perlu mencari opsi lain.

Nampan kafetaria rumah sakit kebidanan Korea dengan neobiani, kroket, salad, dan sup.

Untuk acar bawang yang disajikan bersama neobiani, saya membuat bumbu gaya chamsauce dengan kecap asin dan cuka. Saya minta agar bumbunya disiapkan lebih dulu saat memasak, lalu setelah diaduk sekali di tengah proses, bawangnya berubah warna dan rasa menjadi manis dan enak.

Nampan kafetaria rumah sakit kebidanan Korea dengan neobiani, kroket, salad, dan sup.

Untuk lauk staf, muchim lobak kering adalah produk siap pakai, dan 6K terasa pas.

Nampan kafetaria rumah sakit kebidanan Korea dengan neobiani, kroket, salad, dan sup.

Untuk pasien maternitas, kami menyajikan namul lobak perilla sebagai gantinya. Dicampur dengan bubuk perilla, rasanya jadi sangat gurih dan beraroma kacang.

Nampan kafetaria rumah sakit kebidanan Korea dengan neobiani, kroket, salad, dan sup.

Salad tteok gandum utuh memakai bahan paling banyak: kubis, wortel, ham, mentimun, tteok, jagung, kacang tanah, almond, dan biji labu.

Nampan kafetaria rumah sakit kebidanan Korea dengan neobiani, kroket, salad, dan sup.

Saat membuat salad, melihat semua bahan ditumpuk rapi entah kenapa terasa memuaskan.

Nampan kafetaria rumah sakit kebidanan Korea dengan neobiani, kroket, salad, dan sup.

Untuk sausnya, saya memakai saus gandum utuh Codano dan mencampurnya 5:5 dengan mayones. Salad ini populer, jadi saya menyiapkannya banyak dan akhirnya jumlahnya sekitar 1,5 wadah besar.

Nampan kafetaria rumah sakit kebidanan Korea dengan neobiani, kroket, salad, dan sup.

Kroket kentang hanya disajikan untuk pasien maternitas. Rasanya seperti kroket kentang biasa, dengan butiran jagung di dalamnya untuk tekstur, jadi tidak lembek saja. Saya lupa memotret produk yang dipakai.

Nampan kafetaria rumah sakit kebidanan Korea dengan neobiani, kroket, salad, dan sup.

Sup stafnya adalah sup kecambah kedelai pedas yang sederhana. Diam-diam populer, dan saya juga cukup menyukainya.

Makan bersama 21 November di kafetaria rumah sakit kebidanan, mencakup menu pasien maternitas dan menu staf.

Nampan kafetaria rumah sakit kebidanan Korea dengan neobiani, kroket, salad, dan sup.Nampan kafetaria rumah sakit kebidanan Korea dengan neobiani, kroket, salad, dan sup.

Terima kasih lagi hari ini sudah menikmati makanannya.

Catatan hari ini saya buat sederhana. Besok saya akan kembali dengan menu lain. #KoreanHospitalMeal #ObstetricsMeal #KoreanCafeteria #NutritionDiary #KoreanMaternityFood #CafeteriaTray

Comments 0

N
No comments yet.