Menu Klinik Obstetri Korea: Japchae Kucai dan Flower Buns
Menu sederhana berbiaya rendah dari klinik obstetri di Korea: japchae kucai, flower buns, corvina kuning panggang, dan hidangan untuk pasien serta staf.
Halo, ini buku harian gizi Ijjin-ne. Karena ini buku harian gizi yang pertama, saya menyiapkan menu sederhana berbiaya rendah. Ijjin-ne bekerja di klinik obstetri, menyediakan makanan rumah sakit untuk pasien hamil dan pascapersalinan serta makanan staf.

Menu: japchae kucai dengan flower buns, ikan corvina kuning panggang, ikan teri dengan batang bawang putih, geotjeori atau salad kubis musim semi, gochujang stew atau sup rumput laut dengan brisket. Jumlah makan: 30 porsi ruang rawat dan 160 porsi staf.

Ini kucai yang dipakai untuk japchae kucai hari ini. Karena ini pertama kalinya menyajikan menu ini, saya memperkirakan sekitar 4K, tetapi ternyata terlalu banyak, jadi saya memasaknya setelah menyisakan sekitar 1.5K. Sampai memenuhi satu wadah besar, jadi tidak kurang.

Bahan-bahan: 2.5K kucai, 2K irisan daging paha belakang babi, paprika hijau, paprika merah, wortel, dan bawang bombai.

Untuk tumisan ikan teri staf, saya menambahkan sedikit minyak cabai dan memasaknya dengan batang bawang putih supaya lebih renyah.

Sebagian batang bawang putih rasanya agak tajam, jadi untuk pasien bersalin saya tidak memasukkannya dan menambahkan kacang-kacangan agar ada rasa gurih kacang. Takarannya 2K ikan teri dan 2K batang bawang putih, dengan biji labu, kenari, dan kacang tanah sebagai kacang-kacangan.

Saya sudah mencoba beberapa jenis flower buns, dan produk ini terasa yang paling bagus. Saya minta guru lain merekomendasikan produk yang lebih baik kalau ada. Flower buns memang cenderung agak kering, tetapi yang ini terasa sedikit lebih lembut.

Dengan mulai berhembusnya angin musim dingin, kubis musim semi akhir-akhir ini murah dan enak, jadi kami membumbuinya menjadi geotjeori yang enak. Saya merencanakan 7K kubis musim semi.

Untuk pasien bersalin, kami mencampur kubis dengan sirup yuja dan sayuran menjadi salad yuja kubis musim semi. Rasanya segar, renyah, dan populer karena cara penyajiannya terasa berbeda. Salad memang tampaknya wajib untuk pasien bersalin.

Sup staf adalah jjigae gochujang yang penuh kentang, zucchini, dan tahu. Masak kentang sampai matang terlebih dahulu, lalu tambahkan tahu dan zucchini di akhir.

Untuk set makan pasien bersalin, sup rumput laut disajikan rapi dan diberi brisket di atasnya.
Makan bersama grup tanggal 20 November di kafetaria obstetri, mencakup makanan pasien bersalin dan makanan staf.


Terima kasih lagi hari ini sudah menikmati makanannya. Saya akan terus membagikan buku harian gizi, jadi nantikan menu berikutnya.
Comments 0
More content
- Suni Yeol Dakbal dekat Stasiun Myeonghak, Anyang: Kaki Ayam PedasUlasan Suni Yeol Dakbal dekat Stasiun Myeonghak, Anyang: kaki ayam panggang arang tanpa tulang, telur kukus, bola nasi, ampela, dan sup fish cake.14/05/2026

- Aestura Atobarrier MD Cream & Lotion: Review 1 TahunUlasan jujur setelah lebih dari setahun memakai Aestura Atobarrier MD Lotion dan Cream, dari saran dokter kulit sampai tekstur dan efek lembapnya.07/05/2026

- Ulasan Haebim Mokpo: Bibimbap Rumput Laut Kepiting dan ParkirUlasan makan siang pribadi di Haebim dekat Mokpo Peace Square, dengan bibimbap rumput laut kepiting, jeon kerang, kursi lantai, antrean, jam buka, dan parkir umum terdekat.07/05/2026
