Bar Bulcheol Yeonnam: Glenmorangie Signet dan Sake
Ulasan bayar sendiri Bulcheol di Yeonnam-dong, bar cozy dengan Glenmorangie Signet, Dassai Blue 50, Napolitan, handmade cheese tsukune, jam 17:00–02:00, dan remote waiting lewat Catch Table.
Saat berkunjung ke Yeonnam-dong, saya menemukan tempat yang menyajikan Glenmorangie Signet, salah satu whisky favorit saya, jadi saya langsung mampir. Papan namanya terasa seperti izakaya, tetapi makanannya berada di antara gaya Jepang dan Barat. Tempat ini cocok untuk menikmati camilan sederhana bersama highball atau whisky.

Bulcheol berada di sebuah gang di Yeonnam-dong, jadi tempat ini enak ditemukan sambil berkeliling area. Jam buka: 17:00–02:00 Kursinya tidak banyak, jadi saat jam ramai bisa ada antrean. Remote waiting lewat Catch Table tersedia.

Ada kursi meja seperti ini. Suasananya cozy dan sangat enak. Sepertinya ada satu meja untuk empat orang, dan mungkin sekitar dua sampai empat meja untuk dua orang. Saya datang berdua dan berencana makan ringan, jadi kami duduk di kursi bar di tengah.

Menu-nya lucu sekali. Nuansanya sangat Jepang, dan ilustrasinya hampir sama persis dengan makanan aslinya, jadi gambar-gambarnya saja sudah bikin lapar.

Handmade cheese tsukune Napolitan Dassai Blue Glenmorangie Signet
Kami datang setelah makan malam, jadi perut sudah agak kenyang. Karena harga makanannya terlihat cukup terjangkau, saya membayangkan porsinya kecil, jadi kami masing-masing memilih makanan dan minuman beralkohol. Teman saya memilih hidangan bergaya Barat dengan sake, sedangkan saya memilih hidangan bergaya Jepang dengan whisky. Entah bagaimana, pesanan kami jadi campuran yang lucu seperti ini.

Kursi bar tempat saya duduk berbentuk huruf U, dengan pemilik bekerja di area dalam bar. Karena saat itu hanya kami berdua di meja bar, pemilik menjelaskan minumannya dengan detail dan melayani kami dengan baik, jadi saya sangat menghargainya.

Signet favorit saya. Mereka menuangkan satu gelas dengan takaran yang pas untuk saya.

Saya pernah membayar 50.000 won untuk segelas Signet di tempat lain, jadi harga di sini benar-benar mengejutkan saya. Saya sempat ingin minum dua gelas, tetapi saya mulai sedikit mabuk, jadi saya menahan diri.

Berikutnya adalah Dassai Blue 50. Begini cara mereka menyajikannya per gelas. Intinya, mereka menuangnya sampai hampir meluap.

Ini pertama kalinya saya mencoba Dassai Blue, dan aromanya enak serta rasanya bersih. Bahkan teman saya yang biasanya tidak begitu suka alkohol terus bilang sake ini enak dan terus meminumnya. Rekomendasi pemilik benar-benar sukses.

Masih ada banyak jenis alkohol lain juga, jadi kalau Anda suka whisky, sake, atau highball, tempat ini layak dicoba.

Napolitan yang kami pesan lebih dulu datang. Mereka juga menyajikannya dengan bubuk keju Parmesan. Saya memecahkan kuning telurnya, menaburkan bubuk keju, lalu mencampurnya rata dan memakannya. Sudah lama saya tidak makan Napolitan, dan rasanya benar-benar enak.

Ini tsukune buatan tangan, dan di dalamnya ada keju. Saya suka tsukune, jadi biasanya saya mencobanya kalau melihatnya di izakaya. Yang ini berisi banyak keju, dan mungkin karena dibuat sendiri, teksturnya terasa lebih tebal dibandingkan versi yang pernah saya makan di tempat lain. Mereka menyarankan untuk memotongnya saat masih hangat dan langsung dimakan, karena paling enak ketika kejunya masih meleleh.

Minumannya enak, tetapi camilannya benar-benar lezat. Karena porsinya keluar sedikit demi sedikit, tempat ini cocok untuk memesan beberapa item dan mencoba berbagai macam. Nilai harganya juga bagus. Bagi orang seperti saya yang makannya sedikit tetapi suka mencicipi banyak hidangan, tempat ini benar-benar pas. Ada banyak camilan lain yang sempat ingin saya pesan, jadi saya ingin mencobanya pada kunjungan berikutnya.

Setelah minum per gelas cukup lama, saya agak kesulitan, jadi saya minta es. Pemilik dengan perhatian membawakan satu bongkah es besar. Ruangnya cozy dan tenang, rasanya cocok sekali untuk kencan. Sebenarnya saya ingin menyimpannya untuk diri sendiri, tapi tempat ini terlalu bagus untuk tidak dibagikan.
Comments 0
More content
- Aestura Atobarrier MD Cream & Lotion: Review 1 TahunUlasan jujur setelah lebih dari setahun memakai Aestura Atobarrier MD Lotion dan Cream, dari saran dokter kulit sampai tekstur dan efek lembapnya.07/05/2026

- Ulasan Haebim Mokpo: Bibimbap Rumput Laut Kepiting dan ParkirUlasan makan siang pribadi di Haebim dekat Mokpo Peace Square, dengan bibimbap rumput laut kepiting, jeon kerang, kursi lantai, antrean, jam buka, dan parkir umum terdekat.07/05/2026

- Hwadam Forest di Mei: Monorail dan Tips ReservasiUlasan kunjungan musim semi ke Hwadam Forest dekat Gonjiam Resort, dengan catatan reservasi Yanolja, waktu monorail, parkir, area istirahat, dan spot foto bunga.04/05/2026
