Ulasan Kkochi Mayo Sanbon Station: Bar Putaran Kedua
Ulasan kunjungan ketiga ke Kkochi Mayo Sanbon Station di Sanbon Rodeo: akses 5 menit dari Sanbon Station, kursi luas, jam malam panjang, dan menu round kedua yang cocok.
Halo, ini Ijjingne. Saya kembali ke Sanbon Rodeo dan mengunjungi Kkochi Mayo Sanbon Station, cabang nomor 9. Tempat ini buka relatif baru, tetapi ini sudah kunjungan ketiga saya.

Jam yang tertera untuk hari kerja adalah 17:00 sampai 01:30, dengan last order pukul 01:00. Pada Jumat dan Sabtu, jam bukanya 17:00 sampai 03:00, dengan last order pukul 02:30. Tempat ini ada di lantai 2 gedung Kyochon Chicken di Sanbon Rodeo, dan cukup 5 menit jalan kaki dari Sanbon Station.

Saat turun dari lift, tempatnya langsung ada di depan. Kalau lewat tangga, arahnya juga lurus ke depan, jadi sangat mudah ditemukan.

Saat saya datang pada musim gugur, jendela samping dibuka dan kami minum dalam suasana yang sepoi-sepoi. Sekarang sudah lebih dingin, jadi kami memilih kursi sofa di dalam.

Ada cukup ruang untuk rombongan, dan secara keseluruhan tempatnya cukup luas dan bersih. Nilai plus lainnya adalah pencahayaan yang bagus untuk foto selfie. Saya juga mendapat beberapa foto yang saya suka.

Jjambbong-tang seafood dengan brisket sapi dan tambahan mi udon.
Kkochi Mayo memang dikenal dengan tusukan sate yang enak, tetapi karena kami datang untuk putaran kedua setelah makan makanan yang berat, kami berdua ingin sesuatu yang pedas dan memesan jjambbong-tang. Menambahkan mi udon terasa wajib, bukan pilihan.

Saya sangat suka camilan standar Kkochi Mayo. Keripiknya memang cuma nachos, tetapi sausnya bikin ketagihan. Ada sedikit rasa basil, dan saya malah habiskan nachos demi bisa makan lebih banyak saus.

Ini detail yang lucu tapi bagus: saya butuh air saat minum soju. Di kebanyakan bar, isi ulang air itu normal, tetapi di Kkochi Mayo saya tidak pernah perlu isi ulang karena mereka membawa teko air yang sangat besar.

Setelah makan banyak nachos, jjambbong-tang pun datang. Di dalamnya ada cukup banyak brisket sapi dan banyak sayuran. Dengan cermat, mi udon direbus terpisah lalu disajikan seperti itu.

Kkochi Mayo punya pencahayaan dan suasana yang cantik. Walau ini putaran kedua kami, minumnya terasa sangat lancar.

Setelah jjambbong-tang mendidih dan brisket sapi matang, kami menambahkan mi udon. Setelah kuah meresap sedikit ke mi, kami makan bersama.

Saya merekomendasikannya sebagai bar untuk putaran kedua di Sanbon. Kalau ini kunjungan pertama Anda, pastikan juga coba tusukan satenya. Kari-nya enak, dan telur ikan pollack panggang juga enak. Jujur, semua yang saya coba enak, itulah sebabnya saya sudah datang tiga kali.

Mereka juga punya berbagai event, jadi pecinta highball dan bir mungkin ingin langsung datang. Saya orang soju, tetapi makanannya cukup enak untuk membuat saya kembali. Kata kunci: restoran Sanbon Station, bar Sanbon, bar Sanbon Station, izakaya Sanbon, kencan di Sanbon, bar putaran kedua di Sanbon, tusukan sate Sanbon.
Comments 0
More content
- Suni Yeol Dakbal dekat Stasiun Myeonghak, Anyang: Kaki Ayam PedasUlasan Suni Yeol Dakbal dekat Stasiun Myeonghak, Anyang: kaki ayam panggang arang tanpa tulang, telur kukus, bola nasi, ampela, dan sup fish cake.14/05/2026

- Aestura Atobarrier MD Cream & Lotion: Review 1 TahunUlasan jujur setelah lebih dari setahun memakai Aestura Atobarrier MD Lotion dan Cream, dari saran dokter kulit sampai tekstur dan efek lembapnya.07/05/2026

- Ulasan Haebim Mokpo: Bibimbap Rumput Laut Kepiting dan ParkirUlasan makan siang pribadi di Haebim dekat Mokpo Peace Square, dengan bibimbap rumput laut kepiting, jeon kerang, kursi lantai, antrean, jam buka, dan parkir umum terdekat.07/05/2026
