Sunhui Naengsam dekat Pyeongchon Station Exit 1: Samgyeopsal Beku
Ulasan Sunhui Naengsam, tempat naengsam yang masih cukup baru dekat Pyeongchon Station Exit 1, dengan minari samgyeopsal, banchan rapi, doenjang jjigae yang sudah termasuk, parkir, dan fried rice.
Halo! Hari ini saya mencoba naengsam, alias samgyeopsal beku cepat, dekat Pyeongchon Station, dan sama sekali tidak ada bau babi yang mengganggu. Tempatnya adalah Sunhui Naengsam, restoran yang masih cukup baru. Saya sering melihatnya saat lewat, jadi sejak buka memang sudah penasaran. Akhirnya saya bisa mampir juga.

Lokasinya sekitar 2 menit jalan kaki dari Pyeongchon Station Exit 1, jadi sangat mudah dijangkau dengan subway. 📍Jam buka Hari kerja: 16:00-22:00 Akhir pekan dan hari libur nasional: 11:30-22:00 Pesanan terakhir: 21:30 Tidak ada jam istirahat, jadi berkunjung jadi lebih mudah. 📍Parkir Dukungan parkir tersedia di gedung pada lantai 7. Di sekitar Pyeongchon Station, restoran yang mendukung parkir tidak mudah ditemukan, jadi ini benar-benar nilai plus.

Minari samgyeopsal beku cepat untuk dua orang Fried rice Soju
Saya dengar Sunhui Naengsam terkenal dengan minari samgyeopsal, jadi itu yang kami pesan. Awalnya kami juga memesan doenjang jjigae, tapi staf bilang satu porsi sudah termasuk secara default. Saya senang mereka memberi tahu kami lebih dulu.

Restorannya terasa nyaman secara keseluruhan. Naengsam bisa banyak memercikkan minyak, tetapi mereka menempelkan kertas pelindung di dinding, dan meja-mejanya cukup lebar untuk makan dengan nyaman. Ada juga ruang simpan di bawah kursi agar pakaian luar tidak menyerap bau makanan. Menaruh mantel di dalam sebelum makan terasa sangat membantu.

Saya sangat suka banchan di Sunhui Naengsam. Lauk pendampingnya tersaji rapi dengan variasi yang bagus. Ada mu saengchae, kubis napa muda, dan wrap lobak acar ssam-mu, yang cocok sekali dengan selera saya. Karena kami memesan minari samgyeopsal, kami juga bisa menambahkan minari ke dalam ssam, dan saya merasa kami memilih menu yang tepat.

Ini adalah porsi naengsam untuk dua orang. Dibandingkan tempat lain, dagingnya terasa sedikit lebih tebal. Kami meletakkannya berjajar di atas panggangan panas dan menaburkan merica di atasnya. Saya masih ingat suara desisnya.

Bintang utamanya, minari, datang melimpah dalam keranjang. Karena minari akan layu begitu masuk ke panggangan, saya rasa mereka memberikannya banyak. Benar-benar mantap.

Ini adalah doenjang jjigae yang sudah termasuk secara default. Rasanya bersih dan enak, dengan banyak tahu, sayuran, dan bahan lainnya. Doenjang jjigae terasa wajib saat makan daging panggang, jadi sangat menyenangkan bahwa ini sudah termasuk dalam set meja dasar.

Saat daging perlahan selesai matang, kami juga memanggang gosari dan kimchi yang disajikan sebagai lauk, dan itu membuat semuanya jadi lebih enak. Aroma minari sangat cocok dengan daging babi, jadi saya terus memakannya bersama daging, baik apa adanya maupun dibungkus jadi ssam.

Saya ingin aroma minari meresap, jadi setelah daging matang, saya meletakkannya di atas minari. Mungkin karena kualitas dagingnya bagus, teksturnya tetap renyah tanpa menjadi keras, dan rasanya enak sampai akhir.

Lauk yang habis bisa diambil lagi di bar swalayan. Daun perilla berbumbu sangat berkesan. Rasanya sangat cocok dengan daging dan gurih, jadi saya sepertinya mengambilnya lagi dua kali.

Soju dengan wrap kubis napa muda memang sulit ditolak. Ada alasan kenapa mereka menyajikan kubis napa muda dan mu saengchae bersama. Tambahkan minari dan samgyeopsal, dan kombinasinya benar-benar memuaskan. Soju plus minari samgyeopsal adalah yang terbaik.

Untuk penutup, fried rice benar-benar wajib. Di Sunhui Naengsam, mereka tidak menumisnya langsung dari awal di atas panggangan. Sebaliknya, mereka membawa nasi berbumbu dan menekannya di atas panggangan. Mereka juga menaruh telur di atasnya. Bagian bawah yang renyah itu benar-benar enak. Dengan dua porsi daging plus fried rice, dua orang bisa sangat kenyang. Dengan dukungan parkir dan samgyeopsal beku cepat tanpa bau amis, saya merekomendasikan Sunhui Naengsam sebagai tempat naengsam di Pyeongchon. #PyeongchonStationNaengsam #GwanyangDongMeatRestaurant #PyeongchonStationMeal #AnyangNaengsam #AnyangNaengsamRestaurant #AnyangSamgyeopsal #PyeongchonSamgyeopsal #PyeongchonGroupDinner #PyeongchonNaengsam
Comments 0
More content
- Ulasan Haebim Mokpo: Bibimbap Rumput Laut Kepiting dan ParkirUlasan makan siang pribadi di Haebim dekat Mokpo Peace Square, dengan bibimbap rumput laut kepiting, jeon kerang, kursi lantai, antrean, jam buka, dan parkir umum terdekat.07/05/2026

- Hwadam Forest di Mei: Monorail dan Tips ReservasiUlasan kunjungan musim semi ke Hwadam Forest dekat Gonjiam Resort, dengan catatan reservasi Yanolja, waktu monorail, parkir, area istirahat, dan spot foto bunga.04/05/2026

- Tuna Segar di Chamchiwang Kwon Tae-yoon, Sanbon, GunpoUlasan Chamchiwang Kwon Tae-yoon di Sanbon Rodeo Street, Gunpo: tuna segar, reservasi meja, ruang tatami, dan kursus Geumjandi 55.000 won.28/04/2026
