Review in Korea
Ilbeonga Tongdak Pocha di Anyang Ilbeonga, ulasan ayam dan makanan pub yang dikunjungi dengan biaya sendiri

Review Ilbeonga Tongdak Pocha di Anyang: Ayam Keju Jagung

  • # Anyang
  • # Anyang Ilbeonga
  • # Ayam panggang utuh
  • # Jagung dan keju
  • # Pub Korea
이찡네Anyang

Ulasan kunjungan dengan biaya sendiri ke Ilbeonga Tongdak Pocha di Anyang Ilbeonga. Cicipi ayam utuh dengan jagung, keju, dan nurungji, golbaengi somyeon pedas, serta sup seafood.

Hari ini saya berbagi pengalaman berkunjung dengan biaya sendiri ke pocha yang baru buka—pub kasual Korea—di Anyang Ilbeonga: Ilbeonga Tongdak Pocha (일번가통닭포차). Awalnya saya tidak menyadarinya karena tempat ini berada di lantai dua. Namun, setelah sekali berkunjung, saya merasa ingin kembali setiap kali mengidamkan ayam panggang utuh. Rasa dan porsinya sama-sama sangat mengesankan! Meski namanya berfokus pada ayam, hidangan lain yang kami coba juga lezat.

Ilbeonga Tongdak Pocha, pub Korea di Anyang Ilbeonga

Jam buka • Senin–Kamis: pukul 17.00–01.00 hari berikutnya • Jumat–Sabtu: pukul 16.00–02.00 hari berikutnya • Minggu: pukul 16.00–23.00 Jam buka berbeda menurut hari, jadi perhatikan hal ini saat merencanakan kunjungan. Waktu tutup pukul 02.00 pada Jumat dan Sabtu menjadikannya pilihan untuk mampir larut malam. Parkir Parkir di tempat ini sulit. Gunakan area parkir di Stasiun Anyang atau Anyang Ilbeonga public parking lot.

Tampak Ilbeonga Tongdak Pocha di Anyang Ilbeonga

Pintu masuknya benar-benar punya nuansa retro. Pengunjungnya juga beragam usia. Anyang Ilbeonga tampaknya mulai ramai lagi, dan saya berharap lebih banyak pub seperti ini buka di sini.

Suasana bergaya retro di Ilbeonga Tongdak Pocha, Anyang

Pesanan kami • Ayam utuh jagung-keju nurungji: ayam panggang utuh dengan jagung, keju, dan nasi kerak yang renyah • Golbaengi somyeon: siput laut pedas dengan mi tipis • Haemul jjamppong-tang: sup seafood pedas • Bir draft

Kami berempat datang untuk makan malam dan minum-minum. Karena lapar, akhirnya kami memesan cukup banyak! Kami mulai dengan ayam jagung-keju nurungji dan bir, lalu menambahkan hidangan lain satu per satu.

Interior retro Ilbeonga Tongdak Pocha

Interiornya meneruskan tema retro. Pencahayaannya nyaman dan tidak terlalu redup, sehingga suasananya enak untuk makan sambil minum. Dapur terlihat bersih, dan stasiun layanan mandiri di bagian tengah memudahkan kami mengambil tambahan yang dibutuhkan. Lebih ke dalam, pengunjung juga bisa melihat ayam utuh berputar di rotisserie elektrik.

Ayam utuh jagung-keju nurungji di Ilbeonga Tongdak Pocha

Pemandangannya menggugah selera! Lapisan tipis nurungji—nasi kerak yang renyah—berada di bawah ayam utuh berukuran besar yang diselimuti jagung dan keju. Daun bawang iris membantu menyeimbangkan rasa gurihnya, dan tersedia beberapa saus agar setiap suapan terasa berbeda.

Ayam panggang utuh dengan jagung-keju, nasi renyah, dan daun bawang iris

Ayam utuhnya memang perlu disuwir sebelum dimakan, tetapi justru itu bagian yang seru! Coba ambil sedikit nasi renyah, ayam, daun bawang iris, dan jagung-keju dalam satu suapan. Kombinasi itu enak sekali.

Ayam jagung-keju dan nurungji di Ilbeonga Tongdak Pocha, Anyang

Hidangan ini sangat cocok disantap dengan bir draft. Saya sudah lama berharap menemukan ayam nurungji seperti ini di Anyang Ilbeonga, dan akhirnya kesampaian! Setelah menikmati ayam, kami ingin mencoba hidangan lain untuk menemani minuman, jadi kami memesan golbaengi somyeon.

Golbaengi somyeon, siput laut pedas dengan mi tipis, di Ilbeonga Tongdak Pocha

Hidangan inilah yang benar-benar membuat saya yakin kami menemukan tempat yang bagus. Bumbu cabainya terasa berbeda: pedasnya pekat dan kuat, mengingatkan saya pada bubuk cabai dari daerah pedesaan. Itu kesan saya sejak suapan pertama, dan ibu serta bibi saya juga merasakan cita rasa khas yang sama.

Golbaengi somyeon pedas yang dipesan saat kunjungan empat orang

Porsinya juga melimpah. Setelah dua bundel mi tipis dicampurkan, piringnya penuh sekali. Saya sempat bertanya-tanya apakah porsinya ditambah karena kami berempat, tetapi apa pun alasannya, hidangan ini lezat. Saya dengan senang hati akan memesannya lagi: pedas, kuat rasanya, dan pas dinikmati bersama minuman.

Pesanan terakhir kami adalah haemul jjamppong-tang, sup seafood pedas. Isinya penuh seafood dan dilengkapi mi jjamppong, sehingga cukup mengenyangkan. Hidangan ini pas ketika kami mulai ingin sesuatu yang panas dan berkuah sebagai penutup. Ada juga cita rasa asap yang terasa seperti hasil masakan dengan api besar di wajan.

Haemul jjamppong-tang, sup seafood pedas dengan mi, di Ilbeonga Tongdak Pocha

Secara keseluruhan, saya sangat menyukai suasananya, dan pemiliknya ramah sekali. Lokasinya di lantai dua membuat tempat ini mudah terlewatkan, tetapi saya senang untuk kembali lagi. Jika mencari pub Korea di Anyang Ilbeonga, saya sangat merekomendasikan Ilbeonga Tongdak Pocha! #BarAnyang #BarAnyangIlbeonga #KulinerAnyangIlbeonga #AyamAnyang #AyamAnyangIlbeonga #AyamStasiunAnyang #BarStasiunAnyang #PochaStasiunAnyang

Pertanyaan umum

Apa yang dipesan di Ilbeonga Tongdak Pocha?
Dalam kunjungan ini, rombongan memesan ayam utuh dengan jagung, keju, dan nurungji, golbaengi somyeon, haemul jjamppong-tang, serta bir draft.
Bagaimana jam buka Ilbeonga Tongdak Pocha?
Senin–Kamis pukul 17.00–01.00 hari berikutnya; Jumat–Sabtu pukul 16.00–02.00 hari berikutnya; Minggu pukul 16.00–23.00.
Apakah tersedia parkir di Ilbeonga Tongdak Pocha?
Parkir di tempat disebut sulit. Artikel menyarankan menggunakan parkir di Stasiun Anyang atau Anyang Ilbeonga public parking lot.
Di lantai berapa Ilbeonga Tongdak Pocha berada?
Tempat ini berada di lantai dua, sehingga mudah terlewatkan saat pertama kali mencarinya.